Wednesday, January 12, 2022

Ketika Kita Bertemu, Lagi

Ketika Kita Bertemu, Lagi

 

Aku : “Setelah aku mengingat dan mengetahui kalau ini bukan pertemuan pertama kita di kehidupan ini, aku jadi berpikir, kok kamu ngga bosen sih ketemu aku lagi aku lagi?”

Kamu : “Ya kamu bosen? Ngga kan? Aku juga. Aku juga ngerasa aneh, waktu pertama kali kita ketemu itu, aku udah ngerasa familiar banget sama kamu. Aku ngerasa kayak udah pernah ketemu sama kamu, tapi aku ngga tahu dimana. Bahkan sebelum ketemu kamu aja, waktu denger nama kamu dari si Bos, setelahnya aku nyari tahu nama kamu di Facebook, di Google buat tahu kamu orangnya yang mana, entah penasaran banget sama kamu. Malah pas ketemu kamu makin ngerasa familiar banget, padahal aku yakin belum pernah ketemu sama kamu. Kamu tahu kan aku sering merhatiin kamu, merhatiin anak-anak lain yang ngobrol sama kamu merhatiin gimana kamu ngerespon mereka. Aku bahkan masih inget pertama kali kita salaman buat kenalan, ada sepersekian detik kamu natap aku dalem dengan ekspresi datar tapi penuh arti.”

Aku : “Aku ngga ngerasa bosen sama kamu sih, sampe saat ini. Aku malah ngga inget yang kita salaman pertama kali itu. Soalnya aku lagi buru-buru ngurusin kerjaan. Tapi emang pertama kali kita ketemu aku ngerasa familiar juga sama kamu, bahkan ada semacam rasa kecewa padahal biasanya untuk hal itu aku bodoamat. Yang aku inget malah sempet ngebatin ‘yah ketemu lagi nih sama orang ini’,  yang aku malah ngga paham kenapa ngebatin itu. Seingetku kesannya tuh bukan kesan yang baik.”

Kamu : “Iya emang ekspresi kamu itu datar waktu itu tapi tatapan mata kamu dalem banget meskipun cuma sepersekian detik aja. Emang dari pertama yang ngerasa familiar terus langsung tertarik bahkan ya, jatuh cinta sama kamu. Ada semacam keyakinan kalau kamu itu mau sama aku. Dulu aku pernah cerita juga kan kalau aku ngerasa ada hilang yang aku ngga tahu apa, sering ngerasa gitu bahkan lebih sering ngerasa pas tahun 2014-2016 sebelum ketemu kamu, makanya aku sering ke sawah atau ke pinggir sungai buat ngelamun mikirin itu perasaan apa dan kenapa. Semenjak ada kamu, kenal kamu, dan semakin deket kamu, aku yakin banget kalau kamu sesuatu yang hilang itu. Padahal dulu aku belum tahu ada kamu. Semenjak ada kamu ya, perasaan itu udah ngga ada. Semakin yakin lagi pada saat kejadian kemarin.”

Aku : “Tapi memang karena ini bukan pertama kalinya kita bertemu di suatu masa kehidupan, jadinya ya terasa familiar. Karena jiwa kita yang saling mengenali lebih dulu sedangkan tubuh fisik kita ngga, terbatas dengan ego, logika dan pengetahuan-pengetahuan yang ada. Kita saling jatuh cinta lagi, nyaman lagi, dan ketika terluka rasanya juga jadi lebih sakit. Jadi ada pertanyaan, 'oh gini lagi? ngulang lagi?', gitu sih."

*

Pertemuan kembali dengan koneksi kehidupan masa lalu, memang terasa aneh pada awalnya karena tidak terbiasa dan tidak mengetahui alasan kenapa bisa terjadi. Tapi setelah pengetahuan itu terbuka, dan mengetahui segala sesuatu yang terjadi sudah dirancang sedemikian rupa, bahkan sebelum turun ke bumi dan kembali bertemu lagi ditempat dan waktu yang sama. Perjalanan yang membawa banyak pelajaran sekaligus memutus suatu siklus karma, membayar hutang karma dan dharma. Cinta yang murni tidak terkontaminasi dengan ego, ambisi, kasih yang tak bersyarat. Cinta yang mengalir begitu saja. Ikhlas di dalamnya. Aku mencintainya dan diapun mencintaiku. Tapi jalan tidak melulu selalu bersama. Meskipun selalu ada doa terbersit untuk bisa kembali bersama, seperti pada masa kehidupan-kehidupan lalu yang sudah pernah kami jalani bersama. Biarkan berjalan dengan semestinya. Apapun keadannya ke depannya.

Biarlah yang seharusnya datang untuk datang, biarlah yang seharusnya pergi untuk pergi. Karena pertemuan akan selalu berakhir dengan perpisahan. Pada akhirnya, kita hanyalah berakhir dengan diri kita sendiri. 

Wednesday, January 5, 2022

Satu, Kau-Aku

Selamat malam, dari aku yang tak usainya merindukanmu, 
yang tak udahnya memintal rindu ditiap-tiap malamnya 
Selamat malam, dari aku yang terus memimpikanmu dalam malam-malam panjangku 
Ketika dapat ku rengkuh kembali, dan ku kecup lagi bayang dirimu 
Rasanya mencintaimu saja tidak akan pernah cukup, akan selalu ada hal-hal lain yang ku inginkan dan ku butuhkan dari dirimu
Malam yang menjeratku dalam buaian, membisikanku bahwa kenangan itu tinggal bahkan lebih lama dari matahari terbenam 
Aku memejamkan mataku untuk mengingat tiap detail wajahmu, senyummu, rengkuhanmu, hangat sentuhanmu
Kau adalah candu paling memabukkan sepanjang perjalanan hidupku
Kau adalah riak gelombang yang menggetarkan seluruh hidupku
Kebahagiaanku
Kesedihaku
Terangku
Gelapku
Kau pun
Aku
Satu


Wednesday, February 3, 2021

Tudung Hitam

Hujan rintik-rintik 

Deras kemudian

Angin kencang di luar

Aku gigil

Lampu rumah mati

Sembunyi aku dibalik selimut hangat

Samar-samar ku dengar petir sambar-menyambar


Duar!

Menggelegar memekakkan telinga


Aku melihat sosok jubah hitam datang mendekat

ahh, sudah waktunya

Ia berdiri di sudut ruangan kamar yang gelap

Sayup ku dengar ia berbisik 

belum waktunya


Tuesday, November 5, 2019

Ijinkan

Aku tau, kau ialah sesuatu yang hanya dapat dibayangkan dalam benak, cenderung mustahil, bahkan. Tidak akan ada yang mengucapkan selamat karena jatuh hati padamu.
Hanya bencana, katanya.
Tapi ijinkan aku mencintaimu dengan caraku, yang dengan heningnya mendoakan hal-hal baik terjadi dalam hidupmu, mengisyaratkan pagi sebagai awal mula rindu itu berasal. Sebab karenanya usaha yang kau jalani jadi terasa menyenangkan.
Ijinkan aku mencintaimu dengan caraku, yang dengan bisingnya deru kendaraan juga debu yang berterbangan ke sana kemari, menjadi pertandaku bahwa siang memulai usahaku tuk memenuhi kata temu yang hampir semu.
yang di tengah teriknya siang menyengat, dengan bisingnya orang-orang silih berganti berdatangan dengan macam-macam permintaan sebagai pertanda usahamu dalam mensejahterakan hidup yang fana.
Ijinkan aku mencintaimu dengan caraku, yang dengan datangnya purnama aku berdoa menitipkan salam kerinduan dari lubuk hati terdalam, membisikan segala doa, segala mantra berharap malam menentramkan hati yang gundah gulana. Sebab hidup selalu mengejar sampai ke gorong-gorong tergelap hati. Mantra yang dapat menenangkan hati dari pahitnya kenyataan, segala yang indah fana, segala yang indah nyata.

Thursday, October 24, 2019

Pada Suatu Hari

Katanya pada suatu hari perasaan akan tumbuh begitu saja

Berkembang seperti adonan kue yang awalnya hanya seonggok adonan, namun lama-lama mengembang menjadi makanan manis, enak ketika dimakan

Katanya pada suatu hari rindu akan mekar setelah bunganya menguncup

Mekar indah seperti mawar mengeluarkan wangi dan warna sangat cantik, namun ketika disentuh terasa perih karena durinya menusuk jari jemari

Padahal rindu harusnya bertemu, padahal cinta harusnya berbalas

Lalu mengapa Laila-Majnun mati dengan perasaan begitu menyayat, mengapa Sinta harus mati ditelan bumi sedang Rahwana juga mati kalah dilawan oleh Rama, mengapa Tunggul Ametung harus ditusuk oleh pengawal pribadinya sendiri dan Ken Dedes beserta Tumapel direbut oleh titisan Dewa, mengapa Dewa saja begitu keji seperti Rama dan Arok, mengapa pula takdir membawa engkau dalam hidupku?

Tidak ada jawaban yang bisa diberikan selain mencarinya, bukan?

Thursday, July 18, 2019

Kangen

Jauh dari kamu itu ngga enak. Aku harus nahan kangen terus. Padahal aku mau langsung liat mata kamu yang berbinar kesenengan liat aku. Terus abis itu jadi senyum cerah banget. Atau senyum malu-malu kayak bocah yang lagi ketemu sama orang baru.
Aku kangen ngobrol sama kamu. Aku kangen ngebahas banyak hal sama kamu. Ngobrolin hal-hal yang sebenernya aku ngga paham tapi aku seneng denger kamu antusias banget ceritanya. 
Aku kangen makan bareng sama kamu. Karena setiap makan bareng pasti kamu selalu selesai duluan sedang aku masih harus berjuang ngunyah makanan. Kamu pasti ngeliatin cara aku makan sambil senyum-senyum. Aku bilang kalau aku capek ngunyah, terus kamu godain aku dengan bilang mau ngunyahin makanan aku. 
Aku kangen dengerin lagu sama kamu yang udah pasti dengerinnya lagu-lagu genre kesukaan kamu. Meskipun begitu aku pasti ikut nyanyi bareng kamu walaupun selalu berawal dari ngobrol dulu. Kamu pasti tau kan aku seneng nyanyi apapun genre lagunya. Eh tapi kita udah sepakat deng kalau genre dangdut dan koplo bukan selera kita berdua. 
Aku kangen bangun pagi karena udah repot banget mikirin masak menu apa buat bikin bekel makan siang kita berdua. Sibuk menimang-nimang rasa supaya rasa di makanan yang aku buat untuk makan siang kita bisa pas. Karena jelas selera lidah kita berdua beda. Aku lebih suka masakan asin gurih sedang kamu lebih suka makanan yang ada unsur rasa manisnya. Dan kamu pasti hapal deh, menu favorit yang sering aku masak itu tumis buncis pakai telur dadar atau tahu goreng atau ikan asin. Menu paling sederhana tapi yang paling mewah yang pernah aku buat, buat kamu. 
Beberapa di atas. Cuma menjadi beberapa hal yang aku kangenin dari kehadiran kamu. Kehadiran yang selalu aku bilang, sehangat cahaya matahari pagi atau cahaya matahari senja. Rasanya aku pengen menyandarakan kepalaku di bahumu itu. Sambil bersenandung atau bercerita mengenai cerita-cerita receh yang pasti cuma kamu tanggepin dengan bercandaan. Dan akhirnya kita berdua berakhir tertawa bersama. Menertawakan kebodohan masing-masing layaknya bocah berusia kanak-kanak. Masih ada banyak hal yang ngebuat aku jadi kangen banget sama kamu. Misal kayak aku lagi nyeduh kopi, liat langit dari lantai dua atau tiga tempatku bekerja, denger lagu Scorpion atau Mr. Big, dan masih banyak hal-hal remeh yang pada akhirnya ketika dilakuin malah ingetnya sama kamu. Bayangin, harus sekeras apa aku buat lupain kamu kalau ternyata hal-hal remeh pun penting semuanya ngingetin aku sama kamu?
Makanya, kalau ada orang yang nyuruh aku buat lupain kamu dan aku bilang iya tuh semuanya cuma Bullshit aja. Kenapa? Yaa gimana bisa ngelupain orang sebaik, seganteng dan sereceh kamu coba.
Hhhhh.. 
Kalau dipikir-pikir, kayaknya aku cuma mendramatisir keadaan aja deh. Padahal mungkin ngga semanis diatas. Padahal mungkin itu cuma pemikiran aku aja. Sedangkan kamu ngga berpikir sama kayak yang aku pikirin diatas. Yah.. kamu tau kan. Aku sayang sama kamu. Dan kayaknya sangat klise banget buat bilang sayang sama kamu. Ngga ada yang bisa aku lakuin selain berusaha ikut bahagia atas semua pilihan-pilihan kamu. Apapun pilihannya. Kamu harus tahu. Kalau melihat orang yang kita sayang bahagia, meskipun bukan dengan kita itu rasanya juga membahagiakan. Meskipun bukan dengan aku. Meskipun bukan dengan tangan-tangan aku air mata kamu terbasuh ketika malam-malam tiba. Bukan tangan-tangan aku yang menyeka keringet kamu ketika kamu lelah. Meskipun bukan aku.. Ngga apa-apa. Aku akan terus berdoa buat kebahagian kamu. Selalu. Selalu. Selalu. 

Titip rindu dari sini yah Blog. Salam dari Yusi. 
Tangerang, 18 Juli 2019  
 

Thursday, July 11, 2019

Kotaku, hari ini


Pada purnama kesekian aku menjatuhkan hati, 
berkejar-kejaran dengan waktu yang hampir habis
Sebagian pelupuk mataku masih tersisa bayang-bayang
Kerinduan, kepekatan
Aku tidak membutuhkan apa-apa
Aku hanya membutuhkan dekapan
Hangat seperti senja yang kemuning, keemasan.
Dikotaku masih dirundung pilu
Bagaimana denganmu?

Your Twinflame

Mungkin, pada saatnya nanti ketika kau mengetahui bahwa jalanku bukan lagi ke arahmu, kau akan menangis dengan kencang. Memaki jalan hidupmu...